
Anthony Gordon membantu Inggris comeback dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia setelah masuk dari bangku cadangan.
Gordon baru dimainkan pada menit ke-60 setelah Thomas Tuchel memilih Marcus Rashford sebagai starter. Saat ia masuk, Inggris sedang tertinggal satu gol.
Winger baru Barcelona itu langsung memberi energi berbeda di sisi sayap. Ia aktif mengejar bola, bermain direct, dan membuat serangan Inggris lebih hidup.
Barcelona merekrut Gordon bukan sebagai pencetak gol utama. Pemain Inggris itu dipilih karena cocok dengan sistem intensitas tinggi Hansi Flick.
Profil Gordon lebih dekat dengan Raphinha: agresif, rajin menekan, dan berguna untuk struktur tim.
Dalam laga tersebut, Gordon tidak harus menjadi pencetak gol. Inggris masih memiliki Harry Kane sebagai penyelesai utama.
Gordon kemudian mengirim umpan silang ke kotak penalti yang berujung gol penyama kedudukan Kane.
Ia juga memberi umpan lain kepada Kane yang memastikan Inggris melaju ke babak 16 besar.
Bagi Barcelona, performa itu menjadi sinyal positif. Gordon menunjukkan kualitas yang membuat Flick menginginkannya: kerja keras, intensitas, dan kemampuan membantu tim dalam situasi sulit.
Gordon masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan Barcelona. Namun, penampilannya bersama Inggris memberi gambaran bahwa ia bisa menjadi bagian penting dalam sistem Flick.
Performa itu juga menjadi modal penting bagi Gordon sebelum kembali ke Barcelona setelah Piala Dunia.
Tulis Komentar
Posting Komentar