
Gavi menilai Leandro Paredes tidak perlu mendapat skors tambahan setelah kericuhan antara pemain Spanyol dan Argentina seusai final Piala Dunia 2026.
Menurut Mundo Deportivo, gelandang Barcelona itu menilai Paredes seharusnya dihukum saat pertandingan, bukan setelah laga berakhir.
“Tidak, tidak. Sejujurnya, saya tidak berpikir mereka harus diskors. Saya memahami itu bukan contoh yang baik bagi anak-anak, tetapi saya pikir sepak bola juga memiliki sisi yang sedikit lebih keras,” kata Gavi.
“Mungkin hal yang paling masuk akal bagi saya adalah mengusirnya saat pertandingan dan membiarkannya selesai di sana.”
“Namun, seperti yang saya katakan, pada akhirnya saya pikir semua itu bagian dari sepak bola dan harus tetap seperti itu,” lanjutnya.
🚨🥊 Full scenes after final whistle.@MickyJnr__ 🎥 pic.twitter.com/ZXCvAFkHwy
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 20, 2026
Kericuhan terjadi setelah Spanyol memastikan gelar Piala Dunia. Gavi ikut terlibat ketika mencoba meredakan ketegangan yang melibatkan rekan setimnya, Eric Garcia.
Situasi kemudian memanas setelah pemain dari kedua tim berkumpul dalam adu mulut.
Insiden tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak dibahas setelah final. Pendukung kedua tim berbeda pendapat mengenai perlunya hukuman tambahan bagi Paredes.
FIFA kemudian meninjau kejadian seusai pertandingan dan membatalkan kartu merah yang diberikan kepada Paredes.
Meski terlibat dalam kericuhan, Gavi tidak ingin perselisihan tersebut berlanjut. Kedua kubu juga tidak menunjukkan keinginan untuk memperpanjang masalah.
Tulis Komentar
Posting Komentar