
Gabriel Jesus ternyata bukan keputusan mendadak Barcelona di akhir bursa transfer. Penyerang asal Brasil itu sudah masuk dalam pemantauan Blaugrana selama sembilan bulan sebelum akhirnya bergabung dengan klub.
Menurut laporan SPORT, nama Gabriel Jesus sudah berada dalam radar direktur olahraga Barcelona, Deco, sejak akhir 2025. Transfer tersebut baru terealisasi setelah melalui berbagai pertimbangan, perubahan rencana, dan kegagalan mendapatkan target utama Julian Alvarez.
Barcelona memasuki musim lalu dengan kesadaran bahwa Robert Lewandowski berada dalam periode terakhirnya bersama klub. Karena itu, Blaugrana menjadikan Alvarez sebagai target utama untuk mengisi posisi penyerang tengah.
Namun, Atletico Madrid tidak berniat melepas Alvarez. Situasi tersebut membuat sejumlah nama striker ditawarkan kepada Deco, termasuk Gabriel Jesus yang terus muncul dalam pembahasan.
Pada akhir November 2025, Jesus sudah pulih dari cedera ACL dan kembali menjalani latihan normal bersama Arsenal. Namun, saat itu Arsenal masih bersaing di Premier League dan Mikel Arteta tidak ingin melakukan perubahan besar dalam skuadnya.
Di sisi lain, Jesus membutuhkan menit bermain reguler untuk mengembalikan performanya. Kepindahan pada bursa transfer Januari sempat menjadi peluang yang masuk akal bagi sang pemain.
Pada Desember 2025, Deco mulai melihat Jesus sebagai pemain yang tersedia dan secara finansial memungkinkan untuk Barcelona. Meski begitu, riwayat cedera sang striker membuat klub melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan.
Barcelona akhirnya memilih tidak melanjutkan pendekatan tersebut karena belum membutuhkan tambahan penyerang saat itu. Nama Jesus tetap berada dalam catatan klub, tetapi bukan menjadi prioritas utama.
Agen Giovanni Branchini kemudian terus menjaga peluang transfer Jesus ke Barcelona. Deco menghargai kualitas sang pemain, tetapi sepanjang paruh pertama 2026 klub masih fokus pada target dan kebutuhan lain.
Ketika musim panas tiba, Barcelona masih belum menemukan penyerang tengah utama setelah kepergian Lewandowski. Klub kembali membuka berbagai kemungkinan transfer, termasuk mengejar Julian Alvarez.
Namun, situasi Alvarez tidak berubah. Barcelona akhirnya mengaktifkan rencana alternatif setelah target utama semakin sulit didapat.
Selain Jesus, Barcelona sempat mempertimbangkan beberapa nama lain seperti Lautaro Martinez dan Nicolas Tresoldi. Setelah mendapat persetujuan Hansi Flick, Deco kembali membuka peluang untuk mendatangkan penyerang Brasil tersebut.
Pada 27 Agustus, saat Barcelona menghadapi Athletic Bilbao di La Liga, Deco memutuskan untuk bergerak. Arsenal membuka peluang melepas Jesus dengan nilai transfer awal €10 juta, sementara Barcelona hanya perlu menyelesaikan pembahasan mengenai gaji dan struktur kontrak.
Kesepakatan akhirnya tercapai dalam waktu 24 jam. Jesus bersedia menyesuaikan gajinya, sedangkan Barcelona memberikan jaminan kontrak tahun ketiga.
Transfer Gabriel Jesus yang terlihat seperti langkah terakhir Barcelona di bursa ternyata melalui proses panjang. Setelah sembilan bulan pertimbangan, sang striker akhirnya resmi menjadi pemain Blaugrana dan berpeluang menjalani debut melawan Valencia pada Minggu.
Tulis Komentar
Posting Komentar