Lewati ke konten utama

Barcelona Cetak 26 Gol dalam 6 Laga, Ini Rahasianya

Oleh
Bagikan:
Lamine Yamal dan Raphinha merayakan gol Barcelona pada awal musim 2026/27

Barcelona mengawali musim 2026/27 dengan produktivitas luar biasa. Setelah mengalahkan Levante 4-2, kini Blaugrana sudah mencetak 26 gol dalam enam pertandingan di semua kompetisi.

Rinciannya, Barcelona mencetak 21 gol dalam lima pertandingan La Liga dan menambah lima gol saat mengalahkan Feyenoord 5-1 di Liga Champions. Artinya, pasukan Hansi Flick rata-rata menghasilkan lebih dari empat gol setiap pertandingan.

Produktivitas tersebut bukan hasil dari satu laga besar saja. Barcelona sudah mengoleksi 17 gol dalam empat pertandingan pertama La Liga sebelum menambah empat gol ke gawang Levante.

Ketajaman itu berlanjut di Eropa. Saat menghadapi Feyenoord, Raphinha mencetak dua gol, sedangkan Karim Adeyemi, Lamine Yamal, dan Gabriel Jesus masing-masing menyumbang satu gol.

Kemenangan atas Levante kemudian melengkapi catatan tersebut. Xavi Espart membuka skor, Yamal mencetak dua gol, lalu Adeyemi memastikan kemenangan 4-2 melalui gol pada masa tambahan waktu.

Lantas, apa yang membuat Barcelona begitu produktif?

Salah satu faktornya adalah banyaknya pemain yang mampu menjadi sumber ancaman. Barcelona tidak hanya mengandalkan satu pemain untuk menciptakan peluang atau menyelesaikan serangan.

Raphinha menjadi salah satu sumber utama gol dan assist. Yamal juga terus memberikan ancaman dari sisi sayap maupun ketika bergerak masuk ke kotak penalti.

Fermin Lopez menawarkan ancaman dari lini kedua, sementara Adeyemi memberikan kecepatan dan daya gedor tambahan. Gabriel Jesus juga sudah ikut mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Feyenoord.

Distribusi ancaman tersebut membuat Barcelona memiliki lebih banyak jalur untuk mencetak gol. Ketika satu pemain mendapat penjagaan ketat, pemain lain masih bisa muncul untuk mengambil peran.

Flick juga memiliki keleluasaan untuk mengubah komposisi pemain ofensif tanpa kehilangan ancaman di depan gawang. Pergerakan dan pertukaran posisi membuat pertahanan lawan harus menghadapi lebih dari satu sumber bahaya.

Hal itu menjadi semakin penting karena Barcelona tidak bergantung pada pola serangan yang sama sepanjang pertandingan. Yamal bisa menyerang dari sisi kanan, Raphinha dapat menjadi pencetak gol maupun pemberi assist, sedangkan Fermin mampu memberikan ancaman dari lini kedua.

Catatan 21 gol dalam lima pertandingan La Liga menjadi gambaran paling jelas. Barcelona menyapu bersih lima laga tersebut dengan kemenangan dan mempertahankan rekor 100 persen di kompetisi domestik.

Start tersebut juga sudah masuk catatan historis klub. Setelah empat pertandingan La Liga, 17 gol yang dicetak Barcelona menjadi total terbaik ketiga mereka pada tahap tersebut.

Setelah itu, Barcelona menambah lima gol ke gawang Feyenoord dan empat gol ke gawang Levante. Total 26 gol dalam enam pertandingan menunjukkan betapa agresifnya lini serang Barcelona pada awal musim.

Meski begitu, musim masih panjang dan angka tersebut bisa berubah. Barcelona tetap perlu mempertahankan produktivitas tersebut ketika lawan mulai menemukan cara untuk meredam variasi serangan mereka.

Untuk saat ini, enam pertandingan pertama memberikan gambaran yang jelas. Barcelona bukan hanya produktif, tetapi memiliki banyak pemain yang mampu menjadi penentu pertandingan.

Bagikan:

Tulis Komentar